Travel Wisata Halal Dalam Indonesia

Ada beberapa mitos yang lazim tentang Islam. Saya akan berbicara tentang 10 dari mereka, yang paling lazim di dunia media sosial.

10 - Wanita tidak bisa bercerai dan harus membayar mahar untuk menikah
Jika disebutkan dalam travel wisata halal kontrak pernikahan maka bahkan istri dapat bercerai secara sepihak. Tetapi tidak disebutkan dalam kontrak pernikahan, maka istri dapat meminta suami untuk bercerai atau jika suami menolak dan istri memiliki alasan yang baik untuk meminta perceraian, dia dapat pergi ke Hakim Islam dan hakim akan membatalkan pernikahan. .

Meminta calon istri untuk mahar adalah praktik yang umum di anak benua Indo-Pak. Tetapi meminta calon mahar apakah secara langsung atau tidak langsung dilarang dalam Islam. Bahkan sang suami harus memberi istrinya sejumlah hadiah pernikahan yang disebut 'Mehr'.

9 - Islam memberi tahu wanita untuk tetap berada di balik tabir, tetapi tidak mengajarkan pria untuk menahan diri
Biasanya orang berbicara tentang Hijab untuk wanita, tetapi Allah Yang Mahakuasa berbicara tentang Hijab untuk pria terlebih dahulu dalam Al-Qur'an 24:30 bahwa jika ada pria yang memandang wanita dan pikiran kasar muncul di benaknya, ia harus menurunkan pandangannya.

Setelah berbicara tentang menahan diri, maka Allah yang Mahakuasa berbicara tentang Jilbab untuk dalam ayat berikutnya Al-Qur'an 24:31 bahwa wanita harus berpakaian sopan, seluruh tubuh tertutup dan satu-satunya bagian yang dapat dilihat adalah wajah dan tangan sampai pergelangan tangan. .

8 - Islam membutuhkan 4 saksi untuk membuktikan pemerkosaan dan menghukum korban pemerkosaan karena perzinahan
Al-Qur'an mengatakan, "Dan orang-orang yang melancarkan tuduhan terhadap perempuan suci, dan tidak menghasilkan empat saksi (untuk mendukung tuduhan mereka), - cambuk mereka dengan delapan puluh garis; dan tolak bukti mereka selamanya: karena laki-laki seperti itu adalah pelanggar fasik; - "( Al-Qur'an 24: 4)

Jadi, jika ada yang menuduh seorang wanita perzinahan, maka penuduh harus membawa 4 saksi untuk membuktikannya atau jika tidak, penuduh tersebut diberikan 80 cambukan. Jadi 4 saksi bukan untuk membuktikan perkosaan, tetapi persyaratan empat saksi adalah melindungi perempuan dari tuduhan palsu. Dalam kasus pemerkosaan, kesaksian korban, bukti tidak langsung dan laporan medis yang membuktikan pemerkosaan sudah cukup.

Korban pemerkosaan tidak dihukum. Ketika seorang korban pemerkosaan meluncurkan kasus pemerkosaan terhadap seorang pria, maka wanita tersebut tidak dapat didakwa dengan perzinahan dan tidak dapat dihukum karena perzinahan.

7 - Islam Mempromosikan Pembunuhan Terhormat
Islam benar-benar menentang pembunuhan demi kehormatan dan jika ada pria yang membunuh wanita atas nama pembunuhan demi kehormatan, maka pria itu dihukum mati oleh Islam.

6 - Wanita dipaksa menikah dalam Islam
Dalam Islam tidak ada yang bisa memaksa wanita mana pun untuk menikahi keinginannya, bahkan ayahnya. Pernikahan hanya bisa terjadi jika baik wanita maupun pria dengan rela setuju. Dan jika ada yang memaksa wanita mana pun untuk menikah, maka dia bisa pergi ke Hakim Islam, yang akan membatalkan pernikahan.

Karena itu disebutkan dalam sebuah hadis dalam Sahih Bukhari Volume 7 Buku 62 Nomor 69 bahwa sekali seorang wanita datang kepada nabi Muhammad (saw) dan mengatakan bahwa ayahnya telah memaksanya menikahi kehendaknya dan nabi membatalkan pernikahan .

5 - Islam menaklukkan hak Non Muslim untuk beribadah
Islam mewajibkan Negara Islam untuk melindungi tempat ibadah Non Muslim. Islam memberi Non Muslim hak penuh untuk beribadah seperti yang disyaratkan dalam agama mereka. Islam bahkan melarang penyalahgunaan dewa atau dewi yang mereka sembah. Seperti yang dikatakan Alquran dalam Sura Anaam Bab 6 Ayat 108, "Jangan memfitnah orang-orang yang mereka sembah selain Allah; jangan-jangan karena ketidaktahuan mereka mencemarkan Allah."

4 - Islam memperlakukan perempuan sebagai warga negara kelas dua
Dalam Islam, pria dan wanita sama, tetapi tidak identik. Dalam beberapa kasus wanita memiliki tingkat keunggulan sedangkan dalam kasus lain pria memiliki tingkat keunggulan. Misalnya, wanita mendapatkan lebih banyak cinta dan kasih sayang dari anak-anak dalam Islam, sehingga merupakan tingkat keuntungan bagi wanita. Sementara Allah, Allah yang Mahakuasa telah memberi lebih banyak kekuatan kepada manusia; jadi dalam kekuatan pria memiliki tingkat keunggulan.

Islam memberi wanita hak untuk memilih, hak untuk memiliki harta milik mereka sendiri, untuk bekerja dan Islam mengharuskan bahwa jika seorang wanita melakukan pekerjaan yang sama dengan pria, maka dia juga harus mendapatkan gaji yang sama dengan pria. Islam memberi perempuan semua ini dan banyak lagi hak-hak 14 abad yang lalu, sedangkan sisanya di Dunia baru-baru ini memberi perempuan hak-hak ini. Itu sebabnya dua pertiga dari orang-orang, yang masuk Islam adalah perempuan.

3 - Islam disebarkan oleh pedang
Sebuah mitos yang tersebar luas tentang Islam adalah bahwa ia disebarkan oleh pedang, tetapi orang gagal menyadari bahwa pasukan Muslim tidak pernah pergi ke banyak wilayah dan negara mayoritas Muslim. Sebagai contoh, Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di Dunia dan tidak ada tentara Muslim yang pernah pergi ke Indonesia. Al-Qur'an dengan tegas mengatakan, "Tidak ada paksaan dalam agama." ( Al-Qur'an 2: 256)

2 - Islam mendukung terorisme dan pembunuhan manusia yang tidak bersalah
Islam menentang terorisme dan pembunuhan semua manusia tak berdosa. Seperti yang dikatakan Alquran dalam Surat al-Maidah Bab 5 Ayat 32, "jika ada yang membunuh manusia yang tidak bersalah, jangan sampai untuk pembunuhan atau menyebarkan korupsi di tanah, seolah-olah ia membunuh seluruh umat manusia dan jika ada yang menyelamatkan hidup setiap manusia tak berdosa seolah-olah dia menyelamatkan seluruh umat manusia. " Berarti bahwa jika ada manusia yang membunuh manusia yang tidak bersalah, itu seolah-olah membunuh seluruh umat manusia.

1 - Jihad berarti Perang Suci atau perang apa pun yang dilakukan oleh manusia
Jihad tidak berarti 'Perang Suci', kata untuk 'Perang Suci' dalam bahasa Arab adalah "Harbon Muqadasa", yang tidak terjadi di mana pun dalam Alquran atau perkataan nabi. Jihad tidak berarti perang apa pun yang dilakukan oleh umat Islam dengan alasan apa pun. Jihad berasal dari kata dasar "Jahada", yang berarti "berjuang, berjuang".

Jika seseorang berusaha untuk tujuan yang baik, itu disebut "Jihad fisaibillah" yang berarti "Jihad di jalan Allah" dan jika ada yang berusaha untuk tujuan yang buruk itu disebut "Jihad fi sabi Shaitan" yang berarti "Jihad di jalan Setan . " Al-Qur'an mengajarkan umat Islam untuk berjuang di jalan Allah untuk tujuan yang baik. Kata yang digunakan untuk berperang dalam Alquran adalah "Qital".
Description: Travel Wisata Halal Dalam Indonesia
Rating: 4.5
Reviewed by: Hafiz Ridho
On: Monday, January 28, 2019
TOP